PELETAKAN BATU PENJURU GMI POSPEL STEFANUS
BAWOMAENAMOLO
Tidak terasa GMI Pospel sudah berumur l.k 3 bulan, memulai kebaktian perdana pada tanggal 7 Maret 2010, dan pada hari ini tanggal 22 Mei 2010 Pos Pelayanan yang termuda di Distrik Mission Wilayah I ini mengadakan peletakan batu penjuru yang dipimpin oleh DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh,MA.
Acara tersebut dimulai dengan kerinduan oleh warga jemaat untuk beribadah di Gedung Gereja yang permanent. Selama ini jemaat beribadah pada salah satu gudang warga jemaat yang dibentuk sedemikian rupa menjadi tempat kebaktian sementara. Animo warga jemaat sangat besar untuk mengadakan peletakan batu penjuru. Pertapakan gereja berukuran 12 X 41 meter dihibahkan oleh Keluarga Ama Kawan Dakhi kepada Gereja Methodist Indonesia. Direncanakan pada pertapakan tersebut akan didirikan gedung permanent berukuran 9 X 20 meter dengan taksasi dana sebesar l.k Rp 180.000.000,-demikian dijelaskan Panitia pembangunan Ama Justing Dakhi kepada kami. Disamping pertapakan yang sudah tersedia jemaat juga telah berhasil mencetak batu cetak (batako ) sebanyak 3500 biji dan diperkirakan sudah cukup untruk kebutuhan bangunan tersebut. Demikian juga besi, batu padas, kerikil, tenaga banyak yang sudah disediakan oleh warga Jemaat.
Acara Peletakan batu Penjuru tersebut diawali dengan seluruh warga jemaat dan undangan menuju berangkat dari tempat kebaktian sementara ke lokasi pertapakan gereja, dan lokasi pertapakan tersebutlah diadakan kebaktian peletakan batu penjuru yang dipimpin oleh Pdt. P. Telaumbanua, STh. Pembacaan alkitab oleh Pdt. F. Laia, STh. Sedangkan yang menyampaikan Khotbah dan sekaligus mewakili Pimpina Pusat GMI adalah DS Pdt. T.M. karo-karo, STh. MA. Dalam Khotbahnya menjelaskan : kepada kitalah sekarang Tuhan mempercayakan untuk mendirikan bangunan ini yang akan menjadi peringatan dan mnumen untuk generasi berikutnya---mari kita lakukan dengan baik dan bertanggungjawab, niscaya Tuhan akan menolong kita.
Hadir dalam Acara tersebut, para kepala desa di kec. Manimolo, utusan gereja GMI seresort Hilisimaetano dan resopr Jalan baru dan beberapa hamba Tuhan: DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA, Pdt. F. Laia, STH, Pdt. P. Telaumbanua,STh, Pdt T. tamba, STh, Pdt. E Aritonang, STh, CGI Ratna Zagoto. Juga acara tersebut dihadiri oleh : Anggota DPRD Nisel Bpk. Hadirat Manao, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Nisel bapak F. Sarumaha, S. IP.
Diperkirakan dalam acara tersebut terkumpul berkisar 200 zak semen dan sumbangan berupa uang. Mari kita doakan agar jemaat ini dapat mendirikan gedung gereja ini, dan mari juga kita menolong mereka dengan doa dan dana. Jika ada diantara kita digerakkan Tuhan untuk menolong pembangunan tersebut Hubungi Pimpinan Distrik Mission Wil. I dengan Nomor Hp 0812 6363.612 atau Email: tandamalem@yahoo.co.id
Blog ini berisi berita-berita pelayanan di Gereja Methodist Indonesia Distrik Mission Wilayah I
Sabtu, 22 Mei 2010
Selasa, 27 April 2010
पेर्निकाहन गर मरकुस दान गर रत्ना ZAGOTO
GI Markus,STh dan CGI Ratna Zagoto,STh
Mengakhiri Masa Lajang
Selasa 27 April 2010, Guru Injil Markus dari Distrik 7 Wil. I melangsungkan pernikahan dengan Calon Guru Injil Ratna Zagoto dari Distrik Mission Wil. I. Acara Pemberkatan pernikahan dilangsungkan di GMI Hilisimaetano Distrik Mission Wil. I. Pemberkatan Pernikahan dilayani oleh DS Pdt T.M. Karo-karo,MA. Turut hadir dalam pemberkatan tersebut: Pdt. F. Laia, STh, Pdt T. Tamba, Pdt. E. Aritonang, Pdt, P. Telaumbanua, STh, Gr, Roma SiburianSTh, CGI. Sukari Buulolo, serta sanak keluarga.
Selesai acara pemberkatan pernikahan maka acara dilanjutkan dengan Adat Nias atau diserahkan kepada si Ulu dan si Ila. Selamat berbahagia kepada kedua Mempelai.
Mengakhiri Masa Lajang
Selasa 27 April 2010, Guru Injil Markus dari Distrik 7 Wil. I melangsungkan pernikahan dengan Calon Guru Injil Ratna Zagoto dari Distrik Mission Wil. I. Acara Pemberkatan pernikahan dilangsungkan di GMI Hilisimaetano Distrik Mission Wil. I. Pemberkatan Pernikahan dilayani oleh DS Pdt T.M. Karo-karo,MA. Turut hadir dalam pemberkatan tersebut: Pdt. F. Laia, STh, Pdt T. Tamba, Pdt. E. Aritonang, Pdt, P. Telaumbanua, STh, Gr, Roma SiburianSTh, CGI. Sukari Buulolo, serta sanak keluarga.
Selesai acara pemberkatan pernikahan maka acara dilanjutkan dengan Adat Nias atau diserahkan kepada si Ulu dan si Ila. Selamat berbahagia kepada kedua Mempelai.
पेर्निकाहन गर मरकुस दान गर रत्ना ZAGOTO
GI Markus,STh dan CGI Ratna Zagoto,STh
Mengakhiri Masa Lajang
Selasa 27 April 2010, Guru Injil Markus dari Distrik 7 Wil. I melangsungkan pernikahan dengan Calon Guru Injil Ratna Zagoto dari Distrik Mission Wil. I. Acara Pemberkatan pernikahan dilangsungkan di GMI Hilisimaetano Distrik Mission Wil. I. Pemberkatan Pernikahan dilayani oleh DS Pdt T.M. Karo-karo,MA. Turut hadir dalam pemberkatan tersebut: Pdt. F. Laia, STh, Pdt T. Tamba, Pdt. E. Aritonang, Pdt, P. Telaumbanua, STh, Gr, Roma SiburianSTh, CGI. Sukari Buulolo, serta sanak keluarga.
Selesai acara pemberkatan pernikahan maka acara dilanjutkan dengan Adat Nias atau diserahkan kepada si Ulu dan si Ila. Selamat berbahagia kepada kedua Mempelai.
Mengakhiri Masa Lajang
Selasa 27 April 2010, Guru Injil Markus dari Distrik 7 Wil. I melangsungkan pernikahan dengan Calon Guru Injil Ratna Zagoto dari Distrik Mission Wil. I. Acara Pemberkatan pernikahan dilangsungkan di GMI Hilisimaetano Distrik Mission Wil. I. Pemberkatan Pernikahan dilayani oleh DS Pdt T.M. Karo-karo,MA. Turut hadir dalam pemberkatan tersebut: Pdt. F. Laia, STh, Pdt T. Tamba, Pdt. E. Aritonang, Pdt, P. Telaumbanua, STh, Gr, Roma SiburianSTh, CGI. Sukari Buulolo, serta sanak keluarga.
Selesai acara pemberkatan pernikahan maka acara dilanjutkan dengan Adat Nias atau diserahkan kepada si Ulu dan si Ila. Selamat berbahagia kepada kedua Mempelai.
Senin, 29 Maret 2010
केगिअतन PI
PEMBUKAAN POS PELAYANAN GMI DI BAWOMAENAMOLO
Karena hausnya akan pelayanan rohani, maka l.k. 42 kepala keluarga di desa Bawomaenamolo, kecamatan Maniamolo, Nias selatan datang beraudensi ke Kantor GMI Distrik Mission Wil. I di Jalan Dermaga Baru, Teluk Dalam. Salah seorang dari mereka menyampaikan keinginan mereka untuk bergabung dengan Gereja Methodist Indonesia, mengingat mereka selama ini seperti kawanan domba yang tidak mempunyai gembala untuk menjaga dan mengarahkan mereka. Disampaikan pula bahwa mereka mau masuk ke GMI bukan karena menginginkan sesuatu apakah jabatan, uang dan lain-lain, tetapi semat-mata hanya karena haus akan pelayanan.
Pada kesempatan tersebut Pimpinan GMI Distrik Mission Wil. I DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA didampingi oleh Lay Leader GMI “Kalvari” Teluk Dalam menyambut mereka dengan tangan terbuka. Sambil menjelaskan bahwa GMI tidak dapat memberikan apa-apa untuk mereka selain dari pada Pelayanan. Karena yang terutama bagi GMI adalah pelayanan rohani (jiwa). Dan pada kesempatan tersebut jugalah Pimpinan Distrik menjelaskan tentang “pengenalan akan GMI” supaya mereka sedikit banyaknya mengerti terhadapat cirri-ciri GMI yang mereka masuki.
Dari pertemuan tersebut maka disepakatilah diadakan pertemuan dengan seluruh warga jemaat di Bawomaenamolo pada tanggal 13 Maret 2010 dan sekaligus diadakan kebaktian singkat. Turut hadir dalam pertemuan itu beberapa orang dari warga jemaat GMI Kalvari Teluk Dalam dan warga GMI Hilisimaetano. Maka besoknya minggu tanggal 14 maret 2010 diadakanlah kebaktian Minggu yang pertama dengan kehadiran l.k 160 orang. Dan mulailah kegiatan pelayanan GMI di kampung tersebut dan langsung dikoordinir oleh Pimpinan Distrik. Dan akhirnya pada tanggal 28 Maret 2010 maka secara resmi Pos Pelayanan ini diresmikan oleh pempinan Distrik dan sekaligus diadakan Pembaptisan dan pelantikan majelis Pos PI tersebut. Dalam acara ramah tamah maka tanpa diduga ada beberapa orang anak-anak Tuhan yang menyumbangkan semen untuk pembangunan Gedung Gereja. Karena warga jemaat di tempat ini masih berkebaktian di tempat kebaktian sementara berupa “gudang” salah seorang warga jemaat.
Perlu kami jelaskan Desa Bawomaenamolo adalah desa pemekaran dari Desa Hilimaniamolo, desa ini termasuk desa yang cukup besar lk. 400 kk. Terletak di tempat yang starategis di pinggir jalan Teluk Dalam---Gunung sitoli. Jaraknya lebih kurang 3 KM dari Lagundri/Sorake tempat wisata Surving Internasional. Di desa inilah sedang dibangun Bandara Udara, sebagian landarasan bandara Udara tersebut telah selesai. Masyrakat pada umumnya petani, tetapi sudah lebih maju---dannumumnya mereka sudah mengerti dan bisa berbahasa Indonesia. Yahowu. Tuhan membertkati. (Redaksi)
Karena hausnya akan pelayanan rohani, maka l.k. 42 kepala keluarga di desa Bawomaenamolo, kecamatan Maniamolo, Nias selatan datang beraudensi ke Kantor GMI Distrik Mission Wil. I di Jalan Dermaga Baru, Teluk Dalam. Salah seorang dari mereka menyampaikan keinginan mereka untuk bergabung dengan Gereja Methodist Indonesia, mengingat mereka selama ini seperti kawanan domba yang tidak mempunyai gembala untuk menjaga dan mengarahkan mereka. Disampaikan pula bahwa mereka mau masuk ke GMI bukan karena menginginkan sesuatu apakah jabatan, uang dan lain-lain, tetapi semat-mata hanya karena haus akan pelayanan.
Pada kesempatan tersebut Pimpinan GMI Distrik Mission Wil. I DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA didampingi oleh Lay Leader GMI “Kalvari” Teluk Dalam menyambut mereka dengan tangan terbuka. Sambil menjelaskan bahwa GMI tidak dapat memberikan apa-apa untuk mereka selain dari pada Pelayanan. Karena yang terutama bagi GMI adalah pelayanan rohani (jiwa). Dan pada kesempatan tersebut jugalah Pimpinan Distrik menjelaskan tentang “pengenalan akan GMI” supaya mereka sedikit banyaknya mengerti terhadapat cirri-ciri GMI yang mereka masuki.
Dari pertemuan tersebut maka disepakatilah diadakan pertemuan dengan seluruh warga jemaat di Bawomaenamolo pada tanggal 13 Maret 2010 dan sekaligus diadakan kebaktian singkat. Turut hadir dalam pertemuan itu beberapa orang dari warga jemaat GMI Kalvari Teluk Dalam dan warga GMI Hilisimaetano. Maka besoknya minggu tanggal 14 maret 2010 diadakanlah kebaktian Minggu yang pertama dengan kehadiran l.k 160 orang. Dan mulailah kegiatan pelayanan GMI di kampung tersebut dan langsung dikoordinir oleh Pimpinan Distrik. Dan akhirnya pada tanggal 28 Maret 2010 maka secara resmi Pos Pelayanan ini diresmikan oleh pempinan Distrik dan sekaligus diadakan Pembaptisan dan pelantikan majelis Pos PI tersebut. Dalam acara ramah tamah maka tanpa diduga ada beberapa orang anak-anak Tuhan yang menyumbangkan semen untuk pembangunan Gedung Gereja. Karena warga jemaat di tempat ini masih berkebaktian di tempat kebaktian sementara berupa “gudang” salah seorang warga jemaat.
Perlu kami jelaskan Desa Bawomaenamolo adalah desa pemekaran dari Desa Hilimaniamolo, desa ini termasuk desa yang cukup besar lk. 400 kk. Terletak di tempat yang starategis di pinggir jalan Teluk Dalam---Gunung sitoli. Jaraknya lebih kurang 3 KM dari Lagundri/Sorake tempat wisata Surving Internasional. Di desa inilah sedang dibangun Bandara Udara, sebagian landarasan bandara Udara tersebut telah selesai. Masyrakat pada umumnya petani, tetapi sudah lebih maju---dannumumnya mereka sudah mengerti dan bisa berbahasa Indonesia. Yahowu. Tuhan membertkati. (Redaksi)
Jumat, 26 Maret 2010
वीसी दान मिस्सी गमी
VISI DAN MISI GEREJA METHODIST INDONESIAOleh: Gr. Roma Siburian,STh(Pimpinan Jemaat GMI Gomo, Nias Selatan)PENDAHULUANBerkembangnya Gereja Methodist di Indonesia sudah memiliki sejarah yang panjang, banyak suka dan duka sudah dilalui. Tidak terasa bahwa misi Methodist sudah mencapai seratus tahun (centennial) yang sudah diperingati pada tahun 2005 yang lalu. Peringatan centennial itu sudah berlalu empat atau lima tahun yang lalu, ketika itu masih belum terjadi perpecahan dalam tubuh Gereja Methodist Indonesia. Dengan berlalunya waktu, sudah mencapai satu abad (seratus tahun) misi Gereja Methodist di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri memang Gereja kita ini sudah mengalami perkembangan yang pesat, yang sudah terbentang luas wilayahnya. Setiap tahun ada saja pertambahan /perkembangan yang terjadi dalam GMI, itu dapat kita lihat setiap tahunnya dalam konperensi tahunan dalam laporan yang disampaikan oleh para Distrik Superitendet (DS). Dapat dibanyangkan bahwa jika setiap tahunnya bertambah bahwa GMI mengalami perkembangan yang sangat pesat. Memang GMI punya misi bahwa setiap propinsi GMI menapakkan/menjejakkan kakinya, artinya bahwa GMI harus ada disetiap propinsi yang ada di Indonesia ini. Hal itu memang sesuai dengan misi Methodist yang telah dikumandangkan oleh pendiri kita yaitu John Wesley dengan mengatakan bahwa “ The world is my parish, dunia ini tempat pelayananku”. Mari kita lihat apakah kehadiran GMI sudah ada disetiap propinsi seperti yang sudah dicanangkan bersama. Mungkin akan mengarah ke sana, tidak hanya setiap propinsi tetapi bahkan sampai seluruh dunia seperti yang dikatakan oleh John Wesley.Namun sangat disayangkan sekali, belum lama GMI mengalami perpecahan yang hebat dan sampai sekarangpun belum ada penyelesaiannya. Menimbulkan luka, kepedihan dan air mata. Tentu saja hal ini dapat menghambat misi GMI di Indonesia dan bahkan bisa menimbulkan kemunduran. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi..? akankah hal ini menjadi catatan kelam dalam tubuh GMI sama seperti yang pernah dialami oleh gereja tetangga kita, yang menimbulkan luka batin yang mendalam..?jika hal ini masih terus berlangsung bagaimanakah nantinya dengan visi dan misi kita ke depan sebagai Gereja yang besar, yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan Allah menyampaikan kabar baik bagi semua insane. Apa yang harus dipertahankan sebenarnya, keegoisankah..?, keserakahan atau kekuasaan..? ada pernyataan John Wesley demikian “Give me one hundread preachers who fear nothing but sin and desire nothing but God… such alone will shake the gates of hell and set up the kingdom of heaven on earth. Berikanlah kepadaku seratus orang penginjil yang tidak takut apapun selain dosa dan yang tidak menginginkan sesuatu apapun selain Allah. Merekalah yang akan menggoncangkan pintu gerbang neraka dan akan membangunkan kerajaan sorga di bumi”. Bagaimanakah pernyataan John Wesley ini untuk kita sikapi sebagai pewaris pengajaran Wesley masa kini. Melaui pernyataan ini kita diajak untuk intropeksi terhadap apa yang telah terjadi dalam tubuh GMI.Gereja Methodist bukanlah suatu gereja/organisasi yang baru di Indonesia, tetapi terasuk gereja sudah dikenal dan diperhitungkan, meskipun di daerh Nias belum banyak daerah tertentu saja.mengenalnya hmasih daerah john Wesley adalah pendiri dri Gereja Methodist tersebut, dia adalah seorang pemimpn yang tangguh. Sejak kecil dia dididik dalam keluarga yang taat dan berdisiplin. Meskipun keluarga mereka miskin, ibunya sangat baik dalam mendidik anak-anaknya. Mereka mendapat pendidikan di rumahnya sendiri di bawah asuhan ibu mereka. Berangkat dari rumah dan berkat kedisplinan dan kegigihan orang tuanya khususnya ibunya menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dikemudian hari.Sebagai orang tua Kristen yang taat, mereka memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anak-anaknya, khususnya John Wesley. Ia mendapat pendidiakan yang ketat. Ia dididik untuk berdisiplin secara teratur untuk berdoa dan membaca alkitab setiap harinya dengan waktu yang sudah ditentukan. Ia juga dilatih untuk tidak menangis apalagi menjerit-jerit. Tidak hanya dalam bidang agama saja, mereka juga dididik dalam bidang-bidang yang lainpun sudah dimulai di rumah dibawah bimbingan Susanna ibunya. Hasilnya dapat dilihat bahwa John Wesley mendapat pendidikan akademis yang unggul di Oxfort.John Wesley melihat bahwa disiplin hidup yang dijalani merupakan hasil dari kesucian hidup itu sendiri. Artinya bahwa dsar dari kesucian hidup adalah penyerahan diri dengan segenap hati kepada Tuhan, hal ini berarti akan menghasilkan kasih yang tulus dan perbuatan-perbuatan yang luhur.
Sabtu, 20 Maret 2010
वीसी दान Missi
PELAYANAN GMI DI PULAU NIAS
“Suatu visi dan missi GMI Distrik Mission Wil.I di Nias”
Oleh: DS Pdt.T.M.Karo-karo,STh
Sesuai dengan keputusan konperensi Tahunan GMI Wilayah I pada bulan Juli 2007 di Parapat ditetapkan bahwa Distrik 5 Wil.I dimekarkan menjadi 2 Distrik yakni Distrik 5 dan Distrik Mission yang mempunyai daerah pelayanan: Pulau Nias dan tiga Resort di Pulau Sumatera yakni: resort Sibolga, resort Padang Sidempuan, dan resort Barus.
Melihat situsi di Distrik yang baru ini terutama di daerah Nias, masih terbuka kemungkinan GMI mengembangkan sayapnya. Karena sampai sekarang GMI baru hadir Kabupaten Nias selatan, ada 17 Jemaat dan Pos PI GMI dan akan terus menambah Pos PI yang baru.
Pada tanggal 10 dan 11 November 2007 yang lewat, Distrik yang baru ini mengadakan Konperensi Distrik yang perdana dan sekaligus pembinaan majelis. Melalui kondis tersebut terpilihlah pengurus Distrik yang perdana dan kondis tersebut berusaha melihat kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dalam waktu dekat demi pembinaan dan pekembangan GMI di Distrik yang baru ini. Adapun program rencana kerja dalam waktu dekat adalah sebagai berikut:
1. Menterjemahkan Nyanyian Rohani, Buku Ibadah ke dalam Bahasa Nias
Sampai sekarang belum ada buku nyanyian Rohani GMI berbahasa Nias, selama ini nyanyian yang dipakai “Buku Zinuno” BNKP, tetapi oleh karena ada perasaan malu maka sebagaian jemaat sudah memakai Nyanyian Rohani Bahasa Indonesia, tetapi masalahnya adalah sedikit sekali warga jemaat yang bisa berbahasa Indonesia. Oleh karena itu direncanakan pada bulan Agustus 2007 yang akan datang sudah tercetak buku “Zinuno GMI”, dan akan diikuti dengan Buku Ibadah berbahasa Nias
2. Pembinaan-Pembinaan tentang Kemethodisan
Harus diakui sejak berdirinya GMI di Pulau Nias sangat sedikit sekali diadakan pembinaan tentang kemethodisan, padahal umumnya jemaat berasal dari gereja tetangga, sehingga sampai saat ini pengaruhnya sangat besar baik di dalam dogma maupun di dalam struktur keorganisasian. Cara satu-satunya untuk memethodistkan jemaat di sana adalah melalui pembinaan-pembinaan baik terhadap para majelis, lay speaker, maupun secara langsung pembinaan kepada warga jemaat.
3. Pekabaran Injil
Penduduk Pulau Nias terkenal sebagai orang yang memeluk agama Kristen sudah sejak lama, sehingga kalau kita lihat dalam kehidupan di tengah-tengah masyrakat hari-hari besar agama Kristen sangat dihargai. Setiap hari Minggu dapat dipastikan Perekonomian di Pulau Nias otomatis berhenti, angkutan umum tidak ada yang beroperasi, penduduk semua tinggal di rumah saja. Tetapi walaupun demikian, bukan berarti seluruh nadi kehidupan sudah dikuasai oleh kekristenan. Melainkan kekeristenan masih bercampur dengan tradisi dan sistim kepercayaan yang lama. Adat lebih berkuasa dari pada iman Kriten, padahal kegiatan-kegiatan adat banyak sekali bertentangan dengan iman Kristen. Oleh sebab itu pekabaran injil sangat perlu dilakukan di kalangan pendududk Nias, karena kita yakini tidak ada yang bisa merubah manusia secara mendasar selain Injil.
Dalam PI ini strategi kita diarahkan ke tiga daerah: Sementara Nias Selatan masih terus diupayakan untuk terus dijangkau untuk masuk ke setiap kecamatan, dengan goal utama supaya panji-panji GMI berdiri di Kota Teluk dalam sebagai Ibu Kota Kabupaten Nias selatan; di Nias Tengah GMI telah hadir di Hililaza, kecamatan Lolomatua, dan dari gereja ini diupayakan akan menyebar ke Sirombu, Lolowau dan seluruh Nias Tengah. Arah yang ketiga adalah untuk mendirikan GMI di Kota Gunung Sitoli sebagai Pusat kegiatan dan kota terbesar di Pulau Nias, sehingga dari sana diharapkan GMI akan menyebar ke Nias Utara yakni kota Lahewa sekitarnya.
Utuk itu beberapa hal yang perlu dipersiapkan yakni tenaga, dana, doa, dengan ketiga hal ini kita yakini GMI akan jadi berkat di seluruh Pulau Nias yang tercinta ini.
4. Pembangunan Fisik
Dalam menunjang PI tersebut di atas perlu didukung oleh pembangunan fisik yang memadai, gedung gereja baru harus didirikan, rumah pastori, pusat pembinaan (Methodist Centre) dan sarana lainnya. Untuk ini sangat diharapkan dukungan dari para warga GMI seluruhnya terlebih dukungan para donator. Tetapi kami bukan asal menerima tetapi diharapkan setiap dilaksanakan pembangunan gereja harus ada swadaya jemaat setempat paling tidak 1/3 dari dana keseluruhan. Dengan demikian jemaat tidak hanya menerima saja, tetapi juga harus berusaha memberdayakan terlebih dahulu.
5. Pemberdayaan Ekonomi Jemaat/PARPEM
Pada umumnya warga jemaat GMI di Nias adalah penduduk Desa dan termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah. Umumya mereka adalah petani tradisional dan sangat sedikit sekali pegawai negeri. Sistim pertanian mereka sangat tradisional sehingga penghasilan mereka jauh dari pada memadai. Selanjutnya etos kerja mereka juga sangat rendah, akibatnya penghasilan mereka sangat minim. Sejalan dengan situasi ini GMI perlu memberdayakan ekonomi warga jemaat dengan mengadakan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian dan peternakan, di samping itu memberikan motivasi-motivasi demi peningkatan etos kerja mereka. Untuk melengkapi ini GMI perlu memberikan bantuan yang bersifat merangsang demi peningkatan ekonomi mereka seperti: bantuan ternak babi, bantuan bibit mahoni, bibit sayur-sayuran dan lain-lain.
6. Pendirian PKMI
Ada dua kota yang menjadi goal dalam pendirian PKMI, yakni Teluk Dalam dan Gunung Sitoli. Kedua kota ini sedang berkembang dan sarana pendidikan yang baik masih kurang, GMI yang terkenal dengan PKMI-nya perlu hadir di sana; apalagi nama GMI sudah cukup terkenal di Pulau Nias ini. Langkah yang pertama untuk merealisasikan ini adalah dengan mendirikan Pos PI GMI di kedua kota ini baru kemudian dilanjutkan mendirikan PKMI tentu saja setelah melakukan studi kelayakan.
Teluk Dalam 21 Maret 2010
DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA
“Suatu visi dan missi GMI Distrik Mission Wil.I di Nias”
Oleh: DS Pdt.T.M.Karo-karo,STh
Sesuai dengan keputusan konperensi Tahunan GMI Wilayah I pada bulan Juli 2007 di Parapat ditetapkan bahwa Distrik 5 Wil.I dimekarkan menjadi 2 Distrik yakni Distrik 5 dan Distrik Mission yang mempunyai daerah pelayanan: Pulau Nias dan tiga Resort di Pulau Sumatera yakni: resort Sibolga, resort Padang Sidempuan, dan resort Barus.
Melihat situsi di Distrik yang baru ini terutama di daerah Nias, masih terbuka kemungkinan GMI mengembangkan sayapnya. Karena sampai sekarang GMI baru hadir Kabupaten Nias selatan, ada 17 Jemaat dan Pos PI GMI dan akan terus menambah Pos PI yang baru.
Pada tanggal 10 dan 11 November 2007 yang lewat, Distrik yang baru ini mengadakan Konperensi Distrik yang perdana dan sekaligus pembinaan majelis. Melalui kondis tersebut terpilihlah pengurus Distrik yang perdana dan kondis tersebut berusaha melihat kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dalam waktu dekat demi pembinaan dan pekembangan GMI di Distrik yang baru ini. Adapun program rencana kerja dalam waktu dekat adalah sebagai berikut:
1. Menterjemahkan Nyanyian Rohani, Buku Ibadah ke dalam Bahasa Nias
Sampai sekarang belum ada buku nyanyian Rohani GMI berbahasa Nias, selama ini nyanyian yang dipakai “Buku Zinuno” BNKP, tetapi oleh karena ada perasaan malu maka sebagaian jemaat sudah memakai Nyanyian Rohani Bahasa Indonesia, tetapi masalahnya adalah sedikit sekali warga jemaat yang bisa berbahasa Indonesia. Oleh karena itu direncanakan pada bulan Agustus 2007 yang akan datang sudah tercetak buku “Zinuno GMI”, dan akan diikuti dengan Buku Ibadah berbahasa Nias
2. Pembinaan-Pembinaan tentang Kemethodisan
Harus diakui sejak berdirinya GMI di Pulau Nias sangat sedikit sekali diadakan pembinaan tentang kemethodisan, padahal umumnya jemaat berasal dari gereja tetangga, sehingga sampai saat ini pengaruhnya sangat besar baik di dalam dogma maupun di dalam struktur keorganisasian. Cara satu-satunya untuk memethodistkan jemaat di sana adalah melalui pembinaan-pembinaan baik terhadap para majelis, lay speaker, maupun secara langsung pembinaan kepada warga jemaat.
3. Pekabaran Injil
Penduduk Pulau Nias terkenal sebagai orang yang memeluk agama Kristen sudah sejak lama, sehingga kalau kita lihat dalam kehidupan di tengah-tengah masyrakat hari-hari besar agama Kristen sangat dihargai. Setiap hari Minggu dapat dipastikan Perekonomian di Pulau Nias otomatis berhenti, angkutan umum tidak ada yang beroperasi, penduduk semua tinggal di rumah saja. Tetapi walaupun demikian, bukan berarti seluruh nadi kehidupan sudah dikuasai oleh kekristenan. Melainkan kekeristenan masih bercampur dengan tradisi dan sistim kepercayaan yang lama. Adat lebih berkuasa dari pada iman Kriten, padahal kegiatan-kegiatan adat banyak sekali bertentangan dengan iman Kristen. Oleh sebab itu pekabaran injil sangat perlu dilakukan di kalangan pendududk Nias, karena kita yakini tidak ada yang bisa merubah manusia secara mendasar selain Injil.
Dalam PI ini strategi kita diarahkan ke tiga daerah: Sementara Nias Selatan masih terus diupayakan untuk terus dijangkau untuk masuk ke setiap kecamatan, dengan goal utama supaya panji-panji GMI berdiri di Kota Teluk dalam sebagai Ibu Kota Kabupaten Nias selatan; di Nias Tengah GMI telah hadir di Hililaza, kecamatan Lolomatua, dan dari gereja ini diupayakan akan menyebar ke Sirombu, Lolowau dan seluruh Nias Tengah. Arah yang ketiga adalah untuk mendirikan GMI di Kota Gunung Sitoli sebagai Pusat kegiatan dan kota terbesar di Pulau Nias, sehingga dari sana diharapkan GMI akan menyebar ke Nias Utara yakni kota Lahewa sekitarnya.
Utuk itu beberapa hal yang perlu dipersiapkan yakni tenaga, dana, doa, dengan ketiga hal ini kita yakini GMI akan jadi berkat di seluruh Pulau Nias yang tercinta ini.
4. Pembangunan Fisik
Dalam menunjang PI tersebut di atas perlu didukung oleh pembangunan fisik yang memadai, gedung gereja baru harus didirikan, rumah pastori, pusat pembinaan (Methodist Centre) dan sarana lainnya. Untuk ini sangat diharapkan dukungan dari para warga GMI seluruhnya terlebih dukungan para donator. Tetapi kami bukan asal menerima tetapi diharapkan setiap dilaksanakan pembangunan gereja harus ada swadaya jemaat setempat paling tidak 1/3 dari dana keseluruhan. Dengan demikian jemaat tidak hanya menerima saja, tetapi juga harus berusaha memberdayakan terlebih dahulu.
5. Pemberdayaan Ekonomi Jemaat/PARPEM
Pada umumnya warga jemaat GMI di Nias adalah penduduk Desa dan termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah. Umumya mereka adalah petani tradisional dan sangat sedikit sekali pegawai negeri. Sistim pertanian mereka sangat tradisional sehingga penghasilan mereka jauh dari pada memadai. Selanjutnya etos kerja mereka juga sangat rendah, akibatnya penghasilan mereka sangat minim. Sejalan dengan situasi ini GMI perlu memberdayakan ekonomi warga jemaat dengan mengadakan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian dan peternakan, di samping itu memberikan motivasi-motivasi demi peningkatan etos kerja mereka. Untuk melengkapi ini GMI perlu memberikan bantuan yang bersifat merangsang demi peningkatan ekonomi mereka seperti: bantuan ternak babi, bantuan bibit mahoni, bibit sayur-sayuran dan lain-lain.
6. Pendirian PKMI
Ada dua kota yang menjadi goal dalam pendirian PKMI, yakni Teluk Dalam dan Gunung Sitoli. Kedua kota ini sedang berkembang dan sarana pendidikan yang baik masih kurang, GMI yang terkenal dengan PKMI-nya perlu hadir di sana; apalagi nama GMI sudah cukup terkenal di Pulau Nias ini. Langkah yang pertama untuk merealisasikan ini adalah dengan mendirikan Pos PI GMI di kedua kota ini baru kemudian dilanjutkan mendirikan PKMI tentu saja setelah melakukan studi kelayakan.
Teluk Dalam 21 Maret 2010
DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA
Langganan:
Postingan (Atom)