Jumat, 26 Maret 2010

वीसी दान मिस्सी गमी

VISI DAN MISI GEREJA METHODIST INDONESIAOleh: Gr. Roma Siburian,STh(Pimpinan Jemaat GMI Gomo, Nias Selatan)PENDAHULUANBerkembangnya Gereja Methodist di Indonesia sudah memiliki sejarah yang panjang, banyak suka dan duka sudah dilalui. Tidak terasa bahwa misi Methodist sudah mencapai seratus tahun (centennial) yang sudah diperingati pada tahun 2005 yang lalu. Peringatan centennial itu sudah berlalu empat atau lima tahun yang lalu, ketika itu masih belum terjadi perpecahan dalam tubuh Gereja Methodist Indonesia. Dengan berlalunya waktu, sudah mencapai satu abad (seratus tahun) misi Gereja Methodist di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri memang Gereja kita ini sudah mengalami perkembangan yang pesat, yang sudah terbentang luas wilayahnya. Setiap tahun ada saja pertambahan /perkembangan yang terjadi dalam GMI, itu dapat kita lihat setiap tahunnya dalam konperensi tahunan dalam laporan yang disampaikan oleh para Distrik Superitendet (DS). Dapat dibanyangkan bahwa jika setiap tahunnya bertambah bahwa GMI mengalami perkembangan yang sangat pesat. Memang GMI punya misi bahwa setiap propinsi GMI menapakkan/menjejakkan kakinya, artinya bahwa GMI harus ada disetiap propinsi yang ada di Indonesia ini. Hal itu memang sesuai dengan misi Methodist yang telah dikumandangkan oleh pendiri kita yaitu John Wesley dengan mengatakan bahwa “ The world is my parish, dunia ini tempat pelayananku”. Mari kita lihat apakah kehadiran GMI sudah ada disetiap propinsi seperti yang sudah dicanangkan bersama. Mungkin akan mengarah ke sana, tidak hanya setiap propinsi tetapi bahkan sampai seluruh dunia seperti yang dikatakan oleh John Wesley.Namun sangat disayangkan sekali, belum lama GMI mengalami perpecahan yang hebat dan sampai sekarangpun belum ada penyelesaiannya. Menimbulkan luka, kepedihan dan air mata. Tentu saja hal ini dapat menghambat misi GMI di Indonesia dan bahkan bisa menimbulkan kemunduran. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi..? akankah hal ini menjadi catatan kelam dalam tubuh GMI sama seperti yang pernah dialami oleh gereja tetangga kita, yang menimbulkan luka batin yang mendalam..?jika hal ini masih terus berlangsung bagaimanakah nantinya dengan visi dan misi kita ke depan sebagai Gereja yang besar, yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan Allah menyampaikan kabar baik bagi semua insane. Apa yang harus dipertahankan sebenarnya, keegoisankah..?, keserakahan atau kekuasaan..? ada pernyataan John Wesley demikian “Give me one hundread preachers who fear nothing but sin and desire nothing but God… such alone will shake the gates of hell and set up the kingdom of heaven on earth. Berikanlah kepadaku seratus orang penginjil yang tidak takut apapun selain dosa dan yang tidak menginginkan sesuatu apapun selain Allah. Merekalah yang akan menggoncangkan pintu gerbang neraka dan akan membangunkan kerajaan sorga di bumi”. Bagaimanakah pernyataan John Wesley ini untuk kita sikapi sebagai pewaris pengajaran Wesley masa kini. Melaui pernyataan ini kita diajak untuk intropeksi terhadap apa yang telah terjadi dalam tubuh GMI.Gereja Methodist bukanlah suatu gereja/organisasi yang baru di Indonesia, tetapi terasuk gereja sudah dikenal dan diperhitungkan, meskipun di daerh Nias belum banyak daerah tertentu saja.mengenalnya hmasih daerah john Wesley adalah pendiri dri Gereja Methodist tersebut, dia adalah seorang pemimpn yang tangguh. Sejak kecil dia dididik dalam keluarga yang taat dan berdisiplin. Meskipun keluarga mereka miskin, ibunya sangat baik dalam mendidik anak-anaknya. Mereka mendapat pendidikan di rumahnya sendiri di bawah asuhan ibu mereka. Berangkat dari rumah dan berkat kedisplinan dan kegigihan orang tuanya khususnya ibunya menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dikemudian hari.Sebagai orang tua Kristen yang taat, mereka memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anak-anaknya, khususnya John Wesley. Ia mendapat pendidiakan yang ketat. Ia dididik untuk berdisiplin secara teratur untuk berdoa dan membaca alkitab setiap harinya dengan waktu yang sudah ditentukan. Ia juga dilatih untuk tidak menangis apalagi menjerit-jerit. Tidak hanya dalam bidang agama saja, mereka juga dididik dalam bidang-bidang yang lainpun sudah dimulai di rumah dibawah bimbingan Susanna ibunya. Hasilnya dapat dilihat bahwa John Wesley mendapat pendidikan akademis yang unggul di Oxfort.John Wesley melihat bahwa disiplin hidup yang dijalani merupakan hasil dari kesucian hidup itu sendiri. Artinya bahwa dsar dari kesucian hidup adalah penyerahan diri dengan segenap hati kepada Tuhan, hal ini berarti akan menghasilkan kasih yang tulus dan perbuatan-perbuatan yang luhur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar