PEMBUKAAN POS PELAYANAN GMI DI BAWOMAENAMOLO
Karena hausnya akan pelayanan rohani, maka l.k. 42 kepala keluarga di desa Bawomaenamolo, kecamatan Maniamolo, Nias selatan datang beraudensi ke Kantor GMI Distrik Mission Wil. I di Jalan Dermaga Baru, Teluk Dalam. Salah seorang dari mereka menyampaikan keinginan mereka untuk bergabung dengan Gereja Methodist Indonesia, mengingat mereka selama ini seperti kawanan domba yang tidak mempunyai gembala untuk menjaga dan mengarahkan mereka. Disampaikan pula bahwa mereka mau masuk ke GMI bukan karena menginginkan sesuatu apakah jabatan, uang dan lain-lain, tetapi semat-mata hanya karena haus akan pelayanan.
Pada kesempatan tersebut Pimpinan GMI Distrik Mission Wil. I DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA didampingi oleh Lay Leader GMI “Kalvari” Teluk Dalam menyambut mereka dengan tangan terbuka. Sambil menjelaskan bahwa GMI tidak dapat memberikan apa-apa untuk mereka selain dari pada Pelayanan. Karena yang terutama bagi GMI adalah pelayanan rohani (jiwa). Dan pada kesempatan tersebut jugalah Pimpinan Distrik menjelaskan tentang “pengenalan akan GMI” supaya mereka sedikit banyaknya mengerti terhadapat cirri-ciri GMI yang mereka masuki.
Dari pertemuan tersebut maka disepakatilah diadakan pertemuan dengan seluruh warga jemaat di Bawomaenamolo pada tanggal 13 Maret 2010 dan sekaligus diadakan kebaktian singkat. Turut hadir dalam pertemuan itu beberapa orang dari warga jemaat GMI Kalvari Teluk Dalam dan warga GMI Hilisimaetano. Maka besoknya minggu tanggal 14 maret 2010 diadakanlah kebaktian Minggu yang pertama dengan kehadiran l.k 160 orang. Dan mulailah kegiatan pelayanan GMI di kampung tersebut dan langsung dikoordinir oleh Pimpinan Distrik. Dan akhirnya pada tanggal 28 Maret 2010 maka secara resmi Pos Pelayanan ini diresmikan oleh pempinan Distrik dan sekaligus diadakan Pembaptisan dan pelantikan majelis Pos PI tersebut. Dalam acara ramah tamah maka tanpa diduga ada beberapa orang anak-anak Tuhan yang menyumbangkan semen untuk pembangunan Gedung Gereja. Karena warga jemaat di tempat ini masih berkebaktian di tempat kebaktian sementara berupa “gudang” salah seorang warga jemaat.
Perlu kami jelaskan Desa Bawomaenamolo adalah desa pemekaran dari Desa Hilimaniamolo, desa ini termasuk desa yang cukup besar lk. 400 kk. Terletak di tempat yang starategis di pinggir jalan Teluk Dalam---Gunung sitoli. Jaraknya lebih kurang 3 KM dari Lagundri/Sorake tempat wisata Surving Internasional. Di desa inilah sedang dibangun Bandara Udara, sebagian landarasan bandara Udara tersebut telah selesai. Masyrakat pada umumnya petani, tetapi sudah lebih maju---dannumumnya mereka sudah mengerti dan bisa berbahasa Indonesia. Yahowu. Tuhan membertkati. (Redaksi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar